Obat antiretroviral (ARV) gabungan tiga macam obat dinyatakan bermanfaat untuk terapi AIDS sejak tahun 1996. Manfaat obat tersebut di antaranya menurunkan angka kematian berkaitan dengan infeksi HIV, menurunkan angka perawatan di rumah sakit, menekan jumlah virus HIV di darah, dan memulihkan kembali kekebalan tubuh yang menurun. Namun, manfaat yang juga penting adalah bagi mereka yang minum obat ARV secara teratur, risiko menularkan kepada orang lain menjadi amat kecil. Karena itulah ilmu kedokteran sekarang memang dapat mencegah penularan HIV dari suami ke istri atau sebaliknya.
Obat ARV yang dipakai oleh adik Anda bukanlah obat bantuan WHO, melainkan dibiayai oleh anggaran pemerintah. Sejak tahun 2005, Pemerintah Indonesia menyediakan obat ARV untuk rakyat secara subsidi penuh (cuma-cuma). Pada akhir tahun 2003, Menteri Kesehatan waktu itu (Achmad Sujudi) mengusulkan kepada pemerintah untuk membatalkan paten obat ARV di Indonesia dan membuat obat generik untuk kepentingan rakyat Indonesia.
Presiden Megawati menerbitkan keppres mengenai pengadaan obat ARV generik ini. Sejak itulah harga obat ARV paten yang mencapai sekitar 1.000 dollar AS setiap bulan dapat diproduksi dalam bentuk generik dengan harga sekitar Rp 400.000 sebulan. PT Kimia Farma yang waktu itu dipimpin oleh Gunawan Pranoto bersedia memproduksi obat tersebut. Obat tersebut sampai sekarang digunakan oleh sekitar 23.000 orang di negeri kita.
Pemerintah tahun ini menyediakan anggaran sekitar Rp 180 miliar untuk penanggulangan AIDS di Indonesia, termasuk untuk pengadaan obat ARV. Global Fund yang dibentuk oleh PBB juga membantu dana untuk upaya pencegahan dan juga terapi, terutama obat ARV lini dua, yang sudah mulai dibutuhkan oleh sekitar 5 persen pengguna ARV di Indonesia.
Komitmen pemerintah dalam pengadaan obat ARV cukup tinggi mengingat obat ARV sebenarnya adalah sebuah investasi. Dana yang dikeluarkan untuk obat ARV di samping bermanfaat bagi mereka yang memerlukan obat tersebut juga berguna untuk menurunkan risiko pencegahan (treatment as prevention). Memang benar dana Global Fund semakin menurun karena mulai ada beberapa anggota Global Fund yang tak dapat lagi menyediakan dana, seperti Italia. Namun, kita berharap pengurangan dana tersebut tak banyak pengaruhnya terhadap pengadaan obat ARV di negeri kita.
Menuju penyembuhan AIDS
Kemajuan penelitian belakangan ini memang menimbulkan sikap optimistis. Penyembuhan AIDS tampaknya di depan mata. Tema kongres AIDS sedunia tahun 2012 ini adalah ”Menuju Penyembuhan AIDS”. Jadi, para pakar berharap dalam waktu tak lama lagi AIDS dapat disembuhkan. Obat ARV yang ada sekarang dapat menekan jumlah virus HIV di darah menjadi tak terdeteksi lagi. Namun, HIV di kelenjar getah bening masih dapat berkembang biak. Oleh karena itu, jika obat ARV dihentikan, berarti dalam darah kadarnya rendah, maka HIV dari kelenjar getah bening dapat berkembang biak lagi di darah.
Para peneliti mengembangkan dua pendekatan untuk menyembuhkan AIDS. Pertama, dengan obat ARV yang mampu bekerja baik di kelenjar getah bening atau mengombinasikan obat ARV dengan vaksin terapi AIDS.
Setiap orang harus tahu cara menghindari diri dari penularan HIV. Kemudian tes HIV harus digalakkan karena masih ada sekitar 200.000 orang lagi di Indonesia yang diperkirakan terinfeksi HIV tetapi belum terdiagnosis karena belum melaksanakan tes HIV. Mereka yang diketahui terinfeksi HIV disiapkan untuk mendapat obat ARV. Karena itulah kebutuhan obat ARV kita pada tahun mendatang akan meningkat. Namun, semakin banyak orang yang diobati, semakin banyak pula nyawa yang diselamatkan dan penularan HIV semakin menurun.
Jika dibandingkan dengan Thailand dan Kamboja, jumlah orang yang menggunakan ARV di negeri kita masih relatif sedikit. Di Thailand sekarang ini sekitar 160.000 orang menggunakan ARV, sedangkan di Kamboja, yang penduduknya hanya 14 juta orang, yang menggunakan ARV sudah mencapai 45.000 orang. Sekitar 92 persen orang yang memerlukan obat ARV di Kamboja telah mendapat obat yang bermanfaat ini.
Blog tentang Hobby, Bisnis, Gadget, Tablet, Otomotif, Kesehatan, Internet, Manfaat Tanaman, hal-hal unik dan penting lainnya bukan berisi Gambar Telanjang, Nakal, vulgar dan Porno ..
Cari Blog Ini
Tampilkan postingan dengan label AIDS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AIDS. Tampilkan semua postingan
Senin, 30 Januari 2012
Sabtu, 31 Desember 2011
Rahasia Penting dibalik Pahitnya Pare..!!
Temen-temen pasti sudah pada tau sama yang namanya Pare kan..??
Pare kadang disebut sebagai buah pare tapi sebenarnya pare termasuk sayuran. Pare sangat terkenal dengan rasanya yang sangat Pahit. Tapi tunggu dulu bro... dibalik rasa pahitnya ini terkandung banyak manfaat. Ini dia manfaat pare :
Apalagi manfaat yang terakhir.....
Wah... bener-bener ruarr biasa......
Pare kadang disebut sebagai buah pare tapi sebenarnya pare termasuk sayuran. Pare sangat terkenal dengan rasanya yang sangat Pahit. Tapi tunggu dulu bro... dibalik rasa pahitnya ini terkandung banyak manfaat. Ini dia manfaat pare :
- Pare dapat menjadi penangkal sel kanker. Hal ini telah dibuktikan dalam suatu penelitian di Jepang. Dalam penelitian tersebut, digunakan beberapa tikus yang diinjeksi sel kanker kemudian diinjeksi dengan ekstrak pare. Setelah mereka mengamati perkembangan sel kanker dalam tubuh tikus tersebut, hasilnya menampakkan bahwa sel kanker yang di injeksi berhenti berkembang.
- Beberapa zat dalam pare mampu membantu proses perombakan glukosa menjadi energi sehingga kondisi kadar gula yang berlebih dapat dicegah.
- Pare juga memiliki kandungan vitamin C, kalium, dan karoten. Vitamin C dalam pare bermanfaat untuk memperkuat daya tahan tubuh, menjaga kulit dari sinar ultra violet, dan mencegah kerutan di wajah. Zat karoten sangat berguna untuk kesehatan mata. Sedangkan Zat kalium dapat mengatasi hipertensi.
- Belum lama ini,prof Lee-Huang dari Universitas New York juga menemukan zat yang luar biasa pada pare,yakni senyawa anti HIV-AIDS. Zat ini dinamakan alpha-momorchorin,beta-momorchorin dan MAP 30 (Momordica antiviral protein 30). Zat berkhasiat ini banyak terdapat pada biji pare tua. Di Amerika sendiri, kapsul berisi bubuk biji pare sudah lazim dipasarkan. Obat tersebut diakui dapat menahan laju perkembangan virus HIV-AIDS. Berkat terapi pare,para pengidap HIV-AIDS di Thailand dan Amerika serikat secara klinis tampak lebih sehat dan berat badannya meningkat. Tak berlebihan kiranya, jika para ahli di dunia medis optimis dalam 10 tahun kedepan, bakal ditemukan obat untuk memerangi HIV-AIDS.
Apalagi manfaat yang terakhir.....
Wah... bener-bener ruarr biasa......
Langganan:
Postingan (Atom)
Entri Populer
-
Angin....... Kalau BESAR dapat menyebabkan musibah tetapi kalau cuma kecil bisa bermanfaat bagi kehidupan manusia. Nah.. sekarang gimana k...
-
Teman-teman yang suka sama mobil HUMMER mungkin sering liat dari luarnya aja... Nah kebetulan saya mo share interior mobil Hummer yang harg...
-
Jurnalis warga bernama Michael Mozart, seorang penulis di JeepersMedia di YouTube yang memiliki 400...
-
Temen-temen semua mungkin sudah kenal ama merk sendal ataupun sepatu karet yang cukup beken saat ini yaitu CROCS. Hampir semua anak-anak mud...
-
Selama ini mungkin kita mengimpikan suatu hari nanti akan ada mobil yang bisa berbahan bakar air. Apalagi dizaman BBM yang lagi sulit ini. ...
-
S iapa yang bisa menolak coklat ? Selain lezat, makanan satu ini juga memiliki segudang manfaat kesehatan. Selama ini orang menikmati cokel...
-
Baru-baru ini beredar rumor mengenai generasi penerus smartphone Apple yang kemungkinan akan men...
-
Pemilik mobil acap kali lupa jika sisa makanan yang terdapat di dalam mobil bukan hanya bisa mengundang semut berdatangan serta membuat ...
-
Berbelanja online merupakan salah satu sarana belanja yang menyenangkan dan sangat mudah. Kita tak perlu pergi ke mana-mana untuk ...
-
Temen-temen coba liat bener-bener gambar dari iklan-iklan yang cukup kreatif dibawah ini.. Eit.... tapi jangan berfikiran ngeres dulu ya......